Showing posts with label Mikro-UKM. Show all posts
Showing posts with label Mikro-UKM. Show all posts

SURABAYA: PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari memberikan penghargaan Bogasari SME Award 2011 kepada 9 pelaku usaha kecil menengah (UKM) berbasis tepung terigu asal Jateng, Jatim dan Bali.


Penghargaan tersebut didasarkan omzet/perkembangan usaha, legalitas usaha dan manajemen sumberdaya manusia (SDM) dan pemasaran.

Vice President Commercial PT ISM Tbk Divisi Bogasari Area 3 Jatim, Jateng dan Kawasan Timur Indonesia Ivo Ariawan Budiprabawa mengatakan penghargaan itu ditujukan pelaku UKM binaan produsen tepung terigu tersebut, dimana jumlahnya sekitar 15.000 unit sejak program kemitraan dikembangkan mulai 2002.

“Penghargaan Bogasari Small Medium Entreprise (SME) Award 2011 merupakan salah satu bentuk apresiasi dari kami terhadap pelaku UKM yang tetap bertahan bahkan terus mengalami pertumbuhan usaha,” ujarnya menjelang penganugerahan Bogasari SME Award 2011 di Surabaya, hari ini.

Menurut Ivo, proses penilaian atas pelaku UKM yang layak memperoleh penghargaan melibatkan Bank Mandiri, Universitas Kristen Petra Surabaya dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur. Pihak bank memfokuskan penilaian terhadap pengelolaan keuangan dan perkembangan usaha, sementara perguruan tinggi melihat dari sisi manajemen SDM dan pemasarannya.

Adapun instansi pemerintah menekankan terhadap aspek kelengkapan perijinan serta kehalalan bahan baku.

Ke-9 UKM berbasis tepung terigu yang memperoleh penghargaan meliputi Yana Bakeri dari Yogyakarta, Mie Gajah Mas (Solo), Kana Bakeri (Bali), Benny Bakery (Surabaya), Pia Wayang Sadia (Bali), Mie Pangsit Nursahid ( Sidoarjo), Bagas Bakeri (Kendal), Cocola Bakeri ( Jember) dan Dika Bakeri (Solo).


Para penerima penghargaan diberikan hadiah berupa bahan baku tepung terigu yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah. (faa)

Sumber

Share




KEMENTERIAN Negara Koperasi dan UKM mencatat sebanyak 19 persen dari! 77.482 koperasi di Indonesia tidak aktif. Diharapkan tahun-tahun mendatang koperasi yang ada tetap aktif sehingga pertumbuhan ekonomi akan tumbuh dengan baik. kata Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan, pada kunjungan kerja ke Provinsi Lampung.

Dia menyebutkan, pelaku usaha kecil menengah di Tanah Alr tergabung dalam wadah koperasi saat ini tumbuh dan berkembang. Karena itu, lanjut dia, diharapkan angka koperasi yang tidak aktif akan terus menurun.

Ia menjelaskan, koperasi di Indonesia setiap tahun terus menunjukkan peningkatan aktif dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan koperasi rata-rata nasional dalam beberap tahun terakhir Juga menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi dari sekitar 1 SO ribu menjadi 177.482 unit koperasi.

Berbagai upaya ditempuh agar koperasi di Indonesia tetap aktif salah satunya dengan menumbuh kembangkan pelaku usaha UKM yang tersebar di Tanah Alr sehingga perekonomian nasional dapat tumbuh tinggi.

Pertumbuhan eknoml di tanah alr pada 2014 ditargetkan 7,7 persen dan pengurangan angka kemiskinan B persen serta pengangguran S persen.Pemberdayaan koperasi UKM dengan pelaku usaha sebanyak 53 Juta unit di Tanah Alr, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,kata dia.

Menteri Koperasi dan UKM Itu lebih lanjut mengatakan, pertumbuhan ekonomi sebesar Itu sepertinya tidak sulit dicapai melihat semua potensi yang ada dapat dimaksimalkan dengan baik.

Sementara itu, koperasi di Lampung saat Ini berjumlah sekitar 3.400 unit. Dari Jumlah Itu yang tidak aktif sekitar S persen. Koperasi di Lampung dapat tumbuh dan berkembang mengingat potensi pelaku usaha UKM yang cukup tinggi."

Sumber : Jurnal Indonesia

AKARTA: Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan mengingatkan agar gerakan koperasi menghindari sistem pengelolaan yang melibatkan keluarga sehingga lebih profesional.

”Sudah saatnya koperasi dikelola secara profesional oleh tenaga ahli di bidangnya. Terutama untuk mengelola dan memanfaatkan peluang usaha secara optimal,” ujar Sjarifuddin Hasan pada seminar menyongsong Hari Koperasi Nasional 2011 di Kapal TNI AL Tanjung Nusanive 973 hari ini.

Pengelolaan koperasi yang melibatkan satu keluarga diduga akan mengurangi profesionalisme kinerja usaha itu sendiri.

Mungkin, katanya, sekarang ada koperasi yang sudah puas dengan kinerjanya. Namun mereka masih wajib melakukan perbaikan kinerja.

Paling tidak, pengelola koperasi sudah harus maju dan berpikir secara global untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Oleh karena itu kinerja koperasi ke depan harus didukung oleh data-data kuantitatif dan kualitatif.

Demikian juga kepada organisasi yang memiliki keterkaitan bisnis atau usaha dengan koperasi-koperasi, harus bersikap profesional ketika melakukan transaksi. Dengan pola itu dia optimistis gerakan koperasi Indonesia akan semakin maju.

Ketua Umum Dewan Koperasi Wilayah DKI Jakarta Nachrowi Ramli selaku Ketua Panitia Harkopnas 2011 menjelaskan seminar ini diharapkan menghasilkan masukan untuk mengukuhkan sistem ekonomi yang tepat untuk menegakkan kedaulatan bangsa Indonesia.

”Seperti para pendiri bangsa ini yang berkeyakinan bahwa gerakan koperasi merupakan solusi atas persoalan ekonomi, kita juga yakin dengan mengembangkan koperasi masyarakat akan semakin sejahtera,” ujar Nachrowi. (arh)