Showing posts with label Computer-Software. Show all posts
Showing posts with label Computer-Software. Show all posts

Beberapa Penyebab Dashboard Wp-admin WordPress Lambat Dan Cara Mengatasinya

Ini yang menjadi kendala pengguna wordpress dan sudah termasuk masalah yang umum terjadi. Yaitu lambat mengakses halaman dashboard wordpress, baik ketika akan login ke Wp-admin atau ketika masuk ke dashboard utama. Apa kira-kira penyebab dashboard wordpress lambat untuk di akses dan loading menjadi lama?
Sebenarnya ini masalah klasik dan hampir setiap pengguna wordpress mengalaminya, terkadang merasa jengkel juga jika harus menunggu waktu loading hanya untuk masuk ke dashboard wp-admin. Berikut ini saya berbagi pengalaman tentang penyebab dashboard Wp-admin wordpress lambat, barangkali berguna untuk Anda.

Penyebab Dashboard Wp-admin WordPress Lambat

Sebelum sharing artikel ini, sebelumnya sudah saya praktekkan sendiri pada dashboard wordpress blog ini. jadi tutorial ini work 100 % dan tanpa resiko. Tetapi sebaiknya dilakukan secara teliti.
Ini adalah beberapa penyebab utama dasboard wordpress lambat
  • Terlalu banyak plugin yang di pasang.
  • Resource yang berlebih pada file admin-ajax.php.
  • Alokasi memory wordpress yang terlalu kecil.
Dan kita akan mencoba mengatasinya satu persatu.
Masalah terlalu banyak plugin yang terpasang
Terlalu banyak plugin bisa menjadi penyebab halaman dashboard wp-admin wordpress menjadi lambat ,  untuk mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan cara men-disable plugin yang tidak di perlukan. Setelah disable sebaiknya plugin tersebut di hapus. Jangan lupa clear cache nya.
Resource yang berlebih pada file admin-ajax.php
Resource yang berlebih pada file admin-ajax.php disebabkan karena pengaturan Heartbeat API pada fitur wordpress dalam keadaan defult atau standar. Ketika banyak permintaan resource berlebih maka dapat meningkatkan penggunaan CPU. Ini juga salah satu penyebab  website menjadi lambat untuk di akses.
Kasus ini biasanya banyak terjadi pada penggunaan Woocomerce, tetapi juga bisa terjadi pada wordpress yang tidak menggunakan Woocomerce.
Atasi dengan plugin  Heartbeat Control
Untuk itu kita harus mengatur dan membatasi penggunaan Heartbeat API, agar resource tidak berjalan pada waktu yang bersamaan sehingga dashboard wp-admin lancar untuk di akses.
Untuk hal itu, kita bisa mengandalkan sebuah plugin Heartbeat Control. Dengan plugin ini kita bisa membatasi atau benar-benar menghentikan WordPress Heartbeat API.
Instal dan aktifkan plugin Heartbeat Control
Buka Settings » Heartbeat Control untuk mengkonfigurasi plugin.
Penyebab Dashboard Wp-admin WordPress Lambat
Seting plugin Heartbeat Control
  • Pada Control heartbeat locations, Anda dapat memilih di mana Anda ingin mengontrol ` atau men disable.
  • Pada opsi Override heartbeat frequency bisa memilih angka yang paling tinngi, yaitu 60 seconds.
  • Selanjutnya save change untuk melakukan perubahan.
Alokasi memory wordpress yang terlalu kecil
Alokasi memory yang terlalu kecil juga menjadi penyebab dashboard wp-admin wordpress lambat, untuk itu kita bisa menambahkannya dengan mngedit wp-include/default-constants.php pada cPanel.
Buka cPanel > Pengelola file (File manager) > Public_html > wp-include/default-constants.php
Penyebab Dashboard Wp-admin WordPress Lambat
Konfigurasi di cPanel
Kemudian klik kanan pada mouse dan edit.
Rubah konfigurasi dibawah ini
// set memory limits
if ( !defined(‘WP_MEMORY_LIMIT’) ) {
if( is_multisite() ) {
define(‘WP_MEMORY_LIMIT’, ’64M’);
} else {
define(‘WP_MEMORY_LIMIT’, ’40M’);
}
}if ( ! defined( ‘WP_MAX_MEMORY_LIMIT’ ) ) {
define( ‘WP_MAX_MEMORY_LIMIT’, ‘256M’ );
}
Menjadi seperti ini
// set memory limits
if ( !defined(‘WP_MEMORY_LIMIT’) ) {
if( is_multisite() ) {
define(‘WP_MEMORY_LIMIT’, ‘128M’);
} else {
define(‘WP_MEMORY_LIMIT’, ‘96M’);
}
}if ( ! defined( ‘WP_MAX_MEMORY_LIMIT’ ) ) {
define( ‘WP_MAX_MEMORY_LIMIT’, ‘256M’ );
}
Yang dirubah adalah angka memory limit saja, seperti angka yang diwarnai. Setelah itu simpan dan tutup cPanel.
Non Aktifkan yang tidak diperlukan
Untuk mengurangi beban loading pada dashboar Wp-admin, kita bisa menonaktifkan yang tidak diperlukan. Pada dashboar Wp anda disebelah kanan atas klik “opsi layar” dan hilangkan centang untuk menonaktifkan.
WordPress Lambat
Pengaturan opsi layar di dashboard wp-admin
Sekarang anda bisa merasakan perubahan pada dashboard login Wp-admin dan dashboard wordpress secara keseluruhan sudah bisa diakses dengan lebih cepat.
Demikian cara mengatasi penyebab dashboard Wp-admin WordPress lambat, tutorial ini tested dan working pada dashboard wordpress blog ini tanpa kendala apapun. Dan bisa saya rasakan perbedaannya.

sumber
Cara mengetahui posisi artikel di google itu sangat mudah. Mungkin Anda sudah menghabiskan banyak waktu untuk membangun strategi SEO untuk blog Anda? Dan mungkin Anda juga sudah melakukan riset kata kunci dengan sebaik mungkin? Lalu Anda ingin mengetahui apakah SEO yang sudah Anda bangun selama ini sudah bekerja di serp Google? Nah, jika Anda ingin mengetahui posisi artikel di SERP, seperti; Google, Yahoo dan Bing? Mungkin artikel ini dapat membantu Anda untuk menyelesaikan masalah Anda tersebut.

Memeriksa posisi artikel di serp adalah praktek yang paling umum dilakukan oleh para pelaku SEO untuk memeriksa apakah artikel mereka mendapat peringkat baik di halaman utama Google atau tidak. Jika tidak muncul di halaman utama mesin pencari, mereka biasanya mengubah strategi baru untuk kembali bersaing dan merebut halaman utama Google. Seperti yang kita tahu, Google memberi tranffic yang sangat besar di banding mesin pencari lainya, maka menempati posisi utama Google adalah wajib jika Anda ingin memiliki traffic yang melimpah secara organik!.

Dengan melakukan cek posisi artikel di google, Anda juga bisa mengetahui siapa kompetitor Anda dan seberapa kuat kompetitor Anda. Jika Anda sudah mengetahui posisi artikel di Google dan siapa kompetitor Anda, selanjutnya Anda bisa merencanakan untuk membangun dan mengungguli mereka dari persaingan kata kunci yang telah ditargetkan.

Ada sejumlah tool untuk cek peringkat atau posisi artikel di Google. Dalam posting kali ini,  saya akan berbagi kepada Anda tentang cara mengetahui posisi artikel di serp Google dengan akurat. Silahkan di simak baik baik!


cara mengetahui posisi artikel di serp

Cara Mengetahui Posisi Artikel di SERP

Nah untuk mengetahui ranking atau posisi artikel Anda di google, kita bisa menggunakan bantuan situs http://www.whatsmyserp.com/serpcheck.php namun harap di catat cara ini hanya mampu memperlihatkan posisi sampai Top 300 saja, dan bila artikel And berada di posisi lebih dari itu artikel Anda tidak akan muncul.
1.Silahkan buka situs di WhatmySerp
   -Lalu silahkan masukkan nama domain Anda, ingat jangan gunakan http atau www, tapi langsung saja kenama domain contoh buatblog.net.
   -Silahkan Anda pilih, mau secara global (com) atau hanya secara ID (CO.ID) saja, Lebih jelasnya silahkan Anda lihat contoh gambar di bawah ini.
   -Untuk kolom tiga di bawahnya bisa di kosongkan saja.
cara mengetahui posisi artikel di google
2.Silahkan isi kolom di bawahnya dengan keyword atau kata kunci artikel Anda yang telah di bidik.
   -Anda bisa memasukkan beberapa kata kunci artikel Anda di situ.
   -Anda bisa cek posisi artikel Anda satu persatu atau langsung beberapa kata kunci sekalian, dengan cara check all keywords . Tidak lama situs ini langsung menampilkan posisi berapa artikel Anda di google. Silahkan lihat contoh gambar di bawah ini.
cara mengetahui posisi artikel di serp

Catatan Penting:

1.Jika artikel Anda menempati posisi utama, jangan lupa untuk tertawa lebar dan jangan ragu untuk memberikan komentar Anda di bawah ini untuk berbagi pengalaman.

2.Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan malu untuk membagikan artikel ini kepada sahabat Anda dan siapa tahu ada yang membutuhkan artikel ini.

Nah cukup sekian artikel saya tentang cara mengetahui posisi artikel kita di SERP. Semoga bermanfaat.
Pada dasarnya SEO adalah suatu cara atau teknik dalam membuat situs atau blog kita berada pada halaman/posisi satu di mesin pencarian (search engine) seperti Google, Bing, dan Yahoo. dan untuk mencapai Posisi tersebut membutuhkan beberapa Tools pendukung kerja Seo yang mampu menganalisis berbagai faktor pendukung SEO itu sendiri yaitu seperti backlink, Social media popularity,Indexability dan lain - lain.

Berikut adalah 5 SEO Analisis Tools yang harus wajib anda gunakan:

1.Traffic Travis
Traffic Travis adalah aplikasi desktop yang menawarkan seperangkat alat SEO gratis, dan salah satunya berfokus pada analisis SEO pada halaman situs Anda. Dengan menggunakan Tools ini Anda dapat mengidentifikasi informasi penting tentang halaman situs Anda, termasuk PageRank, jumlah backlink, dan berbagai elemen penting untuk optimasi halaman (misalnya, judul, deskripsi, Meta, gambar, dll).

Link >> _http://www.traffictravis.com/

2.Lipperhey (Exa recomended)
Lipperhey tidak sepopuler beberapa tools analisis SEO yang lain, yang membedakan tools ini dengan yang lainya yaitu Lipperhey memberikan SEO popularity scores berdasarkan analisis yang di lakukan oleh situs tersebut.

Link >> _https://www.lipperhey.com/en/

3.Upcity
menganalisis situs dan menyajikan temuannya dalam bentuk SEO report card. Report card ini menampilkan surat grade, yang dihasilkan berdasarkan kepatuhan situs untuk praktik terbaik dalam 6 kategori berikut:
- Current Rank – Kategori ini mengidentifikasi apakah atau tidak situs tersebut peringkat di Google dan Bing untuk kata kunci yang ditargetkan.
- Link Building - Bagian ini memeriksa apakah situs tersebut menerima jumlah yang cukup backlink.
- On-site - Ini hanya memeriksa apakah kata kunci yang ditargetkan sedang digunakan dalam judul dan tubuh homepage ini.
- Aksesibilitas - Kategori ini memastikan bahwa beban homepage situs dengan cepat dan dapat diakses oleh mesin pencari.
- Trust Metrics – Bagian ini memeriksa apakah situs tersebut cukup mapan.
- Current Indexing – Memeriksa apakah situs tersebut apakah hanya diindeks di Google, Bing, dan Yahoo!.

Link >> _http://upcity.com/

4.SiteTrail
SiteTrail adalah sebuah tools gratis "all-in-one analisis website tools," Tools ini melakukan Proses sistem kerja yang sangat baik dengan menggabungkan informasi dari berbagai sumber data yang berbeda. Setelah Anda menjalankan SiteTrail pada sebuah situs web, alat ini menyajikan laporan yang merangkum temuan-temuannya.

Link >> _http://www.sitetrail.com/analysis/


5.WooRank (Exa recomended)
WooRank adalah alat freemium yang menyediakan "instan website review." Tanpa akun premium, Anda hanya diperbolehkan untuk menghasilkan 1 laporan gratis per minggu, tetapi Anda dapat melihat laporan yang dihasilkan sebelumnya. Selain itu, alat ini saat ini menawarkan percobaan gratis unlimited 7 hari, yang memberi Anda akses unlimited reviews.

Link >> _http://www.woorank.com/


sumber


As we know, field “record number” from “special fields” in Crystal Report starts from 1 and increase one by one for each record until last page of the report. However, when we need a record number field that resets from 1 whenever the group field changes, we need to manually create it.To create the record number field, here are the steps:
  1. Create a new “Running Total Field”
  2. Give a name for the field, for example : rtf_recordNumber
  3. Choose a field to summarize.
  4. Set the “Type of summary” to “count”
  5. On “Evaluate”, choose “For each record”
  6. On “Reset”, choose “On change of group”.
  7. Choose the “key” group name field that will reset the record number.
  8. Click OK
  9. Add the field to the report.
Give it a try…
Hari ini teman saya memiliki masalah pada Laptop-nya dengan SO Windows 7. Dia bilang tidak bisa login dan saya kira dia lupa dengan password user-nya. Tapi ternyata tidak, dia benar-benar ingat dengan password user-nya.
Setelah saya lihat ternyata betul, tampilan error pada windows bukan menandakan kesalahan password. Melainkan menampilkan gambar seperti di samping ini yang memuat pesan Error "The User Profile Service Failed The Logon. User Profile Cannot Be Loaded". Dia pun meminta bantuan saya untuk mengatasi masalah pada laptop-nya. Ya saya mau-mau saja, lumayan untuk tambah-tambah ilmu.
Saya tidak tahu pasti apa penyebab masalah tidak bisa login seperti ini. Yang penting bisa membuatnya normal kembali sudah menjadi ilmu yang amat berharga buat saya.
Jika sobat mengalami hal yang sama, pada tampilan pesan error "The User Profile Service Failed The Logon. User Profile Cannot Be Loaded" ini, coba sobat restart sistem operasi. Siapa tau sistem Windows dapat normal kembali. Jika dengan restart komputer tidak dapat mengatasi masalah, silakan sobat coba cara mengatasi pesan error "User Profile Cannot Be Loaded" yang saya lakukan.

1. Restart komputer untuk mematikan dan menghidupkan kembali sistem komputer.
2. Ketika booting, tekan tombol F8 berkali-kali. Sebenarnya sekali saja cukup asal tepat waktu.
3. Akan tampil daftar mode sistem windows. Pilih "safe mode".
4. Pada safe mode kita bisa login, silakan lakukan login.
5. Pada desktop klik start, cari dan pilih program regedit untuk membuka program Registry Editor.


Mengatasi Pesan Error "User Profile Cannot Be Loaded" pada Windows 7

6. Setelah masuk ke Registry Editor, masuk ke folder HKEY_LOCAL_MACHINE >> SOFTWARE >> Microsoft >> Windows NT >> CurrentVersion >> ProfileList.

Mengatasi Pesan Error "User Profile Cannot Be Loaded" pada Windows 7
Terlihat ada dua buah folder dengan nama awal S-1-5 dan diikuti nomer panjang dibelakangnya yang sama persis. Namun bedanya, yang satu berakhiran .bak dan yang satu lagi tidak berakhiran .bak.

7. Ubah nama folder tanpa akhiran .bak dengan menambahkan akhiran .bk pada folder tersebut.
8. Ubah nama folder yang berakhiran .bak dengan menghapus akhiran .bak tersebut.
9. Pilih folder tanpa akhiran .bk dan perhatikan panel sebelah kanan. Doubleklik pada RefCount dan ubah value data menjadi 0 (nol).

Mengatasi Pesan Error "User Profile Cannot Be Loaded" pada Windows 7

10. Masih pada panel sebelah kanan pada folder tanpa akhiran .bk. Doubleklik pada State dan ubah value data menjadi 0 (nol).

Mengatasi Pesan Error "User Profile Cannot Be Loaded" pada Windows 7

Hasil akhir akan seperti tampilan berikut.

Mengatasi Pesan Error "User Profile Cannot Be Loaded" pada Windows 7

Jika sudah, silakan close program Registry Editor dan restart sistem komputer. Lalu silakan login seperti biasanya. Jika sekarang login dapat dilakukan, maka dengan cara ini sobat dapat Mengatasi Pesan Error "User Profile Cannot Be Loaded" pada Windows 7.
 Internet di Indonesia sekarang semakin berkembang dan mudah sekali untuk didapatkan. Cukup dengan uang Rp.300.000 kita sudah dapat membawa pulang seprangkat alat berupa Modem USB yang dapat kita gunakan untuk berinternet ria di rumah. Dan tinggal cari operator yang kita suka dan percayai untuk mendapatkan paket internet murah dan berkualitas.

Nah pada kesempatan kali ini, Andiero akan membahas tentang Bagaimana Cara Setting Modem ZTE MF100 dengan Kartu Telkomselbaik Kartu Halo, AS, Ataupun Kartu Simpati. Untuk OS yang digunakan oleh Andiero adalah Windows XP3.

Adapun cara untuk menyeting Modem ZTE MF100 ini cukup mudah, yaitu sebagai berikut ini:

1. Colokan Modem USB ZTE MF100 yang anda miliki, dan tunggu berapa saat hingga proses intalasi driver selesai.
2. Install Software bawaan yang telah terdapat di dalam Modem USB, Software Join Air.
3. Jalankan Software Join Air yang sudah terinstall di Komputer atau Laptop Anda.

Setting Modem ZTE MF100 dengan Kartu Telkomsel , Halo, As, Simpati
Gambar. Software Join Air dari ZTE

4. Klik Icon Setting, Pilih di Menu Connection, Klik Button Add dan Pilih Add RAS config

Setting Modem ZTE MF100 dengan Kartu Telkomsel , Halo, As, Simpati
Gambar. Jendela Settings

5. Akan Muncul Jendela Connection seperti Gambar berikut ini 

Setting Modem ZTE MF100 dengan Kartu Telkomsel , Halo, As, Simpati
Gambar. Jendela Connection

Selanjutnya di Jendela Connection masukan data-data berikut ini:
Config Name : Telkomsel
Dial Number : *99#
Untuk APN, pilih Use Following APN Address dan isikan telkomsel
User Name : wap
Password : wap123

Setting Modem ZTE MF100 dengan Kartu Telkomsel , Halo, As, Simpati
Gambar. Isikan Data Seperti di Gambar

6. Setelah selesai memasukan data-data tersebut, Klik Save.
7. Di jendela Setting-Configuration Name pilih Telkomsel dan Klik Button Apply. Selesai.
8. Dan anda tinggal klik Button Connect di Jendela Utama Software Join Air dan Selamat berinternetan ria di rumah anda dengan Modem USB ZTE MF100 dan kartu Telkomsel.

Setting Modem ZTE MF100 dengan Kartu Telkomsel , Halo, As, Simpati
Gambar. Koneksi Internet Berhasil di Buat

Yah itulah tadi Cara Setting Modem USB ZTE MF100 dengan menggunakan Kartu Telkomsel baik itu Kartu Halo, Kartu As ataupun Kartu Simpati dari Telkomsel. Cukup mudah bukan. Selamat Mencoba.

Setting Modem ZTE MF100 dengan Kartu Telkomsel , Halo, As, Simpati


Tag. Setting gprs untuk kartu halo, Setting gprs untuk kartu simpati, Setting gprs untuk telkomsel, Setting Modem ZTE MF100 dengan Kartu Halo di Windows Xp , cara setting dial up koneksi internet, setting manual gprs untuk halo atau simpati, koneksi internet dengan modem usb, tutorial setting internet mobile partner , setting telkomsel flash , setting internet dengan modem usb , setting internet dengan kartu halo , setting internet dengan kartu simpati , setting internet telkomsel , Modem ZTE MF100 K3520, setting modem ZTE dengan kartu halo , setting modem zte dengan kartu simpati , setting modem ZTE dengan telkomsel
 
Printer merupakan alat yang digunakan untuk mencetak hasil olahan data yang tentunya saat ini penggunaannya sudah sangat berkembang dalam penggunaannya. Permasalahan printerdan cara mengatasinya akan diberikan dengan penjelasan yang singkat dan padat. Sebelumnya mesti kenal beberapa jenis printer dulu, diantaranya : Dot Matrik/Metrics, Inkjet/Bubble Jet dan Laser Printer atau mungkin ada lagi yg belum gw sebutin. Kl dah tau langsung analisa n atasi beberapa masalah printer yg sering dan kemungkinan2 terjadi, biasanya sbb :

Printer mati atau tidak bisa dihidupkan

  • Periksa sumber listrik dan kabel power printer, bisa menggunakan test pen.
  • Cek saklar power (ON/OFF) pada printer
  • Permasalahan yang diakibatkan tidak adanya power untuk printer ini biasanya ditandai dengan tidak menyalanya LED (lampu indikator) dari printer tersebut.
  • Ganti kabel penghubung atau saklar bila masih belum bisa dihidupkan

Printer hidup tapi tidak dapat mencetak

  • Periksa tinta atau cartridge apakah ada kertas yg tersumbat (paper jamp)
  • Periksa sambungan kabel data printer, apakah sudah terhubung dengan port pararel / port
  • USB di komputer dengan benar.
  • Cobalah kanibalkan kabel data (ganti kabel data printer dengan yang lain).
  • Cobalah untuk merubah setting “spooler” untuk printer melalui menu properties
  • Printer, spooler ini digunakan dengan tujuan agar anda tetap dapat menjalankan aplikasi ketika dilakukan pencetakan dokumen.
  • Cek apakah ada port yang konflik dengan yg digunakan oleh printer.
  • Pastikan telah melakukan instalasi dan memilih driver yg tepat untuk printer tersebut, pemilihan port juga harus disesuaikan.
  • Cek space hardisk mencukupi untuk instalasi, terkadang jika buffer tidak cukup
  • maka data tidak dapat dikirim ke printer dengan sempurna.
  • Langkah terakhir bisa instalasi ulang drivernya dan ikutin prosedurnya dengan benar.

Printer mencetak, tapi tidak ada yang tercetak diatas kertas (blank)

  • Kerusakan ini bisa di atasi dengan membersihkan dengan utility yg tersedia dari printer tersebut.
  • Bersihkan juga head dan catridge printer bisa digunakan kain.
  • Untuk head bisa dicelupkan ke dalam air panas tetapi jangan sampai terkena rangkain elektroniknya
  • Jangan lupa pasang semua yg sudah dibersihin.

Lampu indikator berkedip-kedip terus saat mencetak

  • Penyebabnya bisa dikarenakan tidak ada kertas di printer.
  • Cek catridge printer belum terpasang atau posisi pemasangan catridge mungkin tidak tepat.
  • Bisa juga catridge yang dipasang pada printer tidak cocok untuk printer tersebut.
  • Ada saat bila telat memasang kertas atau setelah paper jump kertas yang dimuat belum ditekan tombol on load
  • Kemungkinan lain ada kertas yang nyangkut di dalam printer.
  • Sebagian priter diharuskan body printer dalam kondisi tertutup saat proses pencetakan.

Hasil cetakan printer cacat

  • Pada dot matrik biasanya disebabkan tidak lengkapnya jarum pin, untuk buble jet dikarenakan cartridge tinta tidak normal. Untuk hal ini harus diganti cartridge atau diperbaiki pinnya.
  • Kemungkinan lain pada printer dot matrik adalah pergerakan print head tidak lancar, untuk mengatasi bisa dibersihkan dengan contact cleaner dan kain lap bersih.
  • Cetakan cacat bisa disebabkan juga oleh tinta yg tidak merata dan kertas yg digunakan terlalu lembab, coba ratakan tintanya dan periksa kertas yg digunakan.
  • Pada laser printer, penyebabnya biasanya cacatnya komponen drum “komponen menempelnya tinta” pada printer, kejadian ini awal mulanya bisa disebabkan karena menarik kertas yg tersumbat. Mengatasinya bisa mencoba membersihkan drum dengan kain lap yg bersih dan lembut selembut sutera “halah bahasanya :D”, ya berdoa aja itu drum ga cacat permanen coz kl dah bgtu mesti diganti alias beli baru.
  • Pada printer dot matrik sering kejadian pita tidak bisa berputar dgn semestinya so mesti diperiksa n di pasang ulang itu pita dengan benar.
  • Selanjuatnya sekian dan terima kasih terucapkan atas kunjungannya dan jgn lupa kasih komen ?
Agar printer sebagai salah satu komponen bagian penting dari hardware komputer maka perlunya untuk dijaga pemeliharaannya, maka bisa mengikuti cara merawat komputer baik perangkat keras maupun perangkat lunak (software).

Cara Menyembunyikan Icon Recycle Bin, Computer, dan Network di Desktop

Cara Menyembunyikan dan Menampilkan Recycle Bin, Computer, dan Network di Desktop .
Terkadang Icon di Dekstop dapat mengganggu pemandangan kita saat bermain computer, dan
jika anda berkeinginan menghapus semua icon di desktop, tetapi recycle bin computer dan network icon tidak bisa di hapus dan itu membuat anda kesal . Kali ini saya akan bagi tutorialnya.

Cara Menampilkan Icon Recycle Bin, Computer, dan Network di Desktop
1. Pertama klik kanan pada Desktop lalu pilih Personalize

Cara Menyembunyikan dan Menampilkan Icon Recycle Bin, Computer, dan Network di Desktop
2. Setelah muncul , klik Change Desktop Icon

Cara Menyembunyikan dan Menampilkan Icon Recycle Bin, Computer, dan Network di Desktop
3. Tinggal uncheck / hilangkan tanda centang pada Icon yang mau disembunyikan lalu ok.
     cara menampilkan kembali hanya dengan centang lagi icon yang ingin ditampilkan

Sangat mudahkan , semoga berhasil
jangan lupa berkunjung lagi ke blog saya...
Bagi kita yang sudah malang-melintang di dunia programming, termasuk PHP, tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya “error” di dalam program. Ibaratnya itu sudah menjadi kudapan sehari-hari. Hehe. Sedangkan bagi kita yang baru terjun di dunia programming, terutama PHP, seringkali “error” merupakan sesuatu yang menakutkan dan membingungkan. Banyak yang akhirnya nyerah dengan programming. Tahun 2008 lalu, saya pernah menulis artikel di website ini mengenai tingkatan error dalam program. Terdapat 3 (tiga) tingkatan error program yaitu error tata bahasa (sintaks), error runtime dan error logika. Dari ketiga jenis error program tersebut, sebenarnya yang paling mudah ditangani adalah error yang pertama yaitu error tata bahasa (sintaks) karena compiler atau interpreter langsung memberitahukannya saat program dikompilasi atau dijalankan. Namun demikian, tetap saja diperlukan pengalaman, ketelitian dan kegigihan dalam menangani atau mencari penyebab error yang muncul.
Dalam tutorial ini, berdasarkan pengalaman selama menjadi programmer dan mengajar di Universitas Budi Luhur, saya mencoba mengumpulkan berbagai macam error program PHP yang paling sering ditemui oleh programmer, terutama yang masih dalam tahap belajar. Setidaknya saya menyajikan 19 macam error program PHP yang terbagi menjadi 10 kategori berdasarkan penyebabnya masing-masing. Untuk setiap error program, disertakan contoh program sederhana yang disertai penjelasan solusi dan cara menangani error yang muncul. Kenapa 19 macam dan 10 kategori? Karena artikel ini mulai ditulis pada tanggal 19-10-2012 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-4 putra tercinta Muhammad Lintang. :)
Diharapkan dengan tutorial ini, kita semua akan terbantu dalam memperbaiki berbagai error program PHP yang mungkin ditemui saat membuat program. Memang untuk menjadi terbiasa menghadapi berbagai error program, diperlukan proses pembelajaran dan pengalaman yang cukup banyak. Oleh karena itu, perbanyaklah belajar dan mencoba sebanyak-banyaknya program jika Anda ingin menguasai pemrograman web dengan PHP. Semoga tutorial ini bermanfaat untuk kita semua.

1. Kurang Titik-Koma

Jenis error program ini merupakan error yang paling sering ditemui. Penyebabnya karena kurang menambahkan titik-koma ( ; ) pada akhir suatu perintah (statement). Solusi dalam mencari letak kesalahan programnya membutuhkan kejelian dan ketelitian. Namun demikian, umumnya akan ditunjukkan baris dimana error tersebut muncul. Mulailah dari baris tersebut, namun tidak selamanya penyebab kesalahan berada pada baris yang ditunjukkan. Terkadang penyebab kesalahan justru berada di baris atas atau sebelumnya.
Berikut ini beberapa contoh program beserta tampilan error yang akan muncul jika program dijalankan:
  1. <?php
  2. $nim = "1111500111";
  3. $nama = "Achmad Solichin"
  4. echo $nim;
  5. echo $nama;
  6. ?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_ECHO in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error1.1.php on line 4
Baris yang ditunjukkan pada tampilan error di atas adalah baris ke-4, namun jika diperhatikan program 1.1 di atas ternyata penyebab error justru bukan di baris ke-4. Penyebab error berada pada baris 3, dimana statement tidak diakhiri dengan titik-koma ( ; ). Mengapa PHP justru menunjuk ke baris 4? Hal ini disebabkan karena proses pemeriksaan sintaks oleh PHP dilakukan secara berurutan (sekuensial) dari baris pertama hingga terakhir. Pada baris ketiga belum terjadi error, namun statement masih memerlukan adanya titik-koma ( ; ). Saat PHP berada di baris 4, bukan titik-koma ( ; ) yang ditemukan, namun justru perintah “echo”, sehingga disinilah PHP akan menunjukkan errornya. PHP tidak akan mengetahui penyebab errornya dimana, namun PHP akan menunjukkan pada baris mana error mulai terjadi. Tips: periksa program pada baris yang ditunjukkan oleh pesan error, jika tidak ditemukan, periksa baris atasnya. Demikian dan seterusnya hingga penyebab error ditemukan.
  1. <?php
  2. $user = "achmatim";
  3. $pass = "123"
  4. if ($user == "achmatim" && $pass == "123") {
  5. echo "Login Berhasil";
  6. } else {
  7. echo "Login Gagal";
  8. }
  9. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_IF in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error1.2.php on line 4
Sama seperti program 1.1, penyebab errornya adalah kurang titik-koma. Pada program 1.1, letak kesalahan diikuti dengan perintah echo sehingga pesan kesalahan mengatakan “unexpected T_ECHO”. Sedangkan pada program 1.2, letak kesalahan diikuti dengan perintah if, sehingga pesan kesalahan yang ditampilkan adalah “unexpected T_IF”. Dari pesan kesalahan tersebut, kita dapat mengetahui letak kesalahan pasti berada sebelum perintah if, tepatnya pada baris ke-3, statement tidak diakhiri dengan titik-koma ( ; ).
  1. <?php
  2. $day = date ("D")
  3. switch ($day) {
  4. case 'Sun' : $hari = "Minggu"; break;
  5. case 'Mon' : $hari = "Senin"; break;
  6. case 'Tue' : $hari = "Selasa"; break;
  7. case 'Wed' : $hari = "Rabu"; break;
  8. case 'Thu' : $hari = "Kamis"; break;
  9. case 'Fri' : $hari = "Jum'at"; break;
  10. case 'Sat' : $hari = "Sabtu"; break;
  11. default : $hari = "Kiamat";
  12. }
  13. echo "Hari ini hari <b>$hari</b>";
  14. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_SWITCH in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error1.3.php on line 3
Seperti dua contoh sebelumnya, jelas bahwa pada program 1.3 letak kesalahan berada sebelum perintah switch, tepatnya pada baris ke-2, statement tidak diakhiri dengan titik-koma ( ; ). Jadi, jika muncul pesan kesalahan yang mirip seperti di atas, langsung saja cari perintah switch dan perhatikan baris perintah sebelumnya.
  1. <?php
  2. /* contoh 1 */
  3. $i = 1
  4. while ($i <= 10) {
  5. echo $i++;
  6. }
  7. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_WHILE in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error1.4.php on line 4
Pada contoh program 1.4 di atas, letak kesalahan berada tepat di atas perintah while, tepatnya di baris ke-3. Statement seharusnya diakhiri dengan titik-koma.
  1. <?php
  2. function cetak_ganjil ($awal, $akhir) {
  3. for ($i=$awal; $i<$akhir; $i++) {
  4. if ($i%2 == 1) {
  5. echo "$i ";
  6. }
  7. }
  8. }
  9. //pemanggilan fungsi
  10. $a = 10;
  11. $b = 50;
  12. echo "<b>Bilangan ganjil dari $a sampai $b : </b><br>"
  13. cetak_ganjil($a, $b);
  14. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_STRING, expecting ',' or ';' in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error1.5.php on line 13
Pada contoh program 1.5 di atas, sudah jelas bahwa letak kesalahannya pada baris ke-12 dimana statement tidak diakhiri titik-koma. Error dengan pesan “unexpected T_STRING” perlu dicermati dengan lebih teliti karena error tidak hanya terjadi karena kurangnya titik-koma, namun dapat juga karena kurang koma ( , ) atau operator penggabungan string berupa titik ( . ). Namun demikian, umumnya terjadi karena penulisan string yang tidak lengkap.
  1. <?php
  2. echo "test"
  3. function cetak_ganjil ($awal, $akhir) {
  4. for ($i=$awal; $i<$akhir; $i++) {
  5. if ($i%2 == 1) {
  6. echo "$i ";
  7. }
  8. }
  9. }
  10. //pemanggilan fungsi
  11. $a = 10;
  12. $b = 50;
  13. echo "<b>Bilangan ganjil dari $a sampai $b : </b><br>";
  14. cetak_ganjil($a, $b);
  15. ?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_FUNCTION, expecting ',' or ';' in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error1.6.php on line 3
Contoh program 1.6 di atas mirip dengan contoh program sebelumnya, hanya saja letak kesalahannya sekarang berada pada baris ke-2, sebelum pendefinisian fungsi. Pada baris tersebut, seharusnya diakhiri dengan titik-koma ( ; ).
  1. <?php
  2. $nim = "0411500400";
  3. $nama = 'Chotimatul Musyarofah';
  4. $umur = 23;
  5. $nilai = 82.25;
  6. $status = TRUE;
  7. echo "NIM : " . $nim . "<br>";
  8. echo "Nama : $nama<br>";
  9. print "Umur : " . $umur; print "<br>";
  10. printf ("Nilai : %.3f<br>", $nilai);
  11.  
  12. if ($status)
  13. echo "Status : Aktif"
  14. else
  15. echo "Status : Tidak Aktif";
  16. ?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_ELSE, expecting ',' or ';' in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error4.1.php on line 14
Letak kesalahan pada contoh program 1.7 bukanlah pada baris ke-14 seperti ditunjukkan di atas, namun terletak di baris ke-13 (sebelum perintah ELSE) dimana statement tidak diakhiri dengan titik-koma.

2. Kekurangan atau Kelebihan Kutip

Penyebab error program yang kedua berkaitan dengan tanda kutip, baik kutip tunggal (‘) maupun kutip ganda (“). Seperti kita ketahui bahwa di PHP, string dapat dituliskan dengan diapit oleh tanda kutip tunggal (‘) dan kutip ganda (“). Error program akan terjadi jika penyajian tanda kutip yang tidak tepat, misalnya tidak ditutup (kurang kutip) atau kelebihan kutip.
Berikut ini beberapa contoh program PHP yang error karena permasalahan tanda kutip:
  1. <?php
  2. $nim = "0411500400;
  3. $nama = 'Chotimatul Musyarofah';
  4. echo "NIM : " . $nim . "<br>";
  5. echo "Nama : $nama";
  6. ?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_STRING in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error2.1.php on line 4
Perhatikan contoh program 2.1 di atas. Pesan kesalahan menunjuk pada baris ke-4, tetapi penyebab kesalahan justru ada di baris ke-2. Hal tersebut terjadi karena pada baris ke-2 terdapat string yang dibuka dengan kutip ganda (“) namun tidak ada penutup atau pasangannya. Pada proses kompilasi, PHP akan memeriksa sintaks program secara berurutan. Saat ditemukan tanda kutip, maka program akan menganggap teks berikutnya sebagai sebuah string hingga ketemu pasangannya. Seperti pada contoh program 2.1 di atas, program tidak menemukan pasangan dari kutip ganda (“) yang ada di baris kedua pada baris yang sama, namun justru ditemukan kutip ganda (“) pada baris ke-4. Kutip ganda pada baris keempat dianggap sebagai pasangan (penutup) kutip ganda pada baris kedua. Setelah ditemukan penutup dari kutip tersebut, maka program akan menganggap bahwa penyajian string (statement) sudah lengkap dan harus ditutup dengan titik-koma atau operator penggabungan string. Ternyata program tidak menemukan penutup statement setelahnya, sehingga terjadilah error di baris ke-4.
Untuk mengatasi error pada program 2.1 di atas tentunya cukup dengan menambahkan kutip ganda sebelum titik-koma pada baris kedua. Menemukan letak kesalahan yang berkaitan dengan tanda kutip memang terkadang agak sulit dilakukan, terutama pada program yang cukup panjang. Letak kesalahan seringkali berada pada baris yang sama sekali berbeda dengan petunjuk pada pesan kesalahannya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap penanganan string menjadi cukup penting dan sangat membantu kita dalam menemukan letak kesalahan dengan cepat. Jika perlu, pelajari kembali buku gratis Pemrograman Web dengan PHP & MySQL terutama Bab 6 mengenai String dan Tanggal. Selain itu, penggunaan editor program yang baik dan sesuai juga sangat membantu menemukan kesalahan dengan cepat, karena pada umumnya editor memiliki pewarnaan yang berbeda antara string, nama variabel maupun perintah bawaan PHP. Sebagai contoh, bandingkan contoh program 1.7 dan 2.1 di atas. Perintah echo pada program 1.7 semuanya berwarna kuning, namun perintah echo pada program 2.1 berwarna biru. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada program 2.1 pasti terjadi kesalahan.
  1. <?php
  2. $nim = "0411500400";
  3. $nama = 'Chotimatul Musyarofah;
  4. echo "NIM : " . $nim . "<br>";
  5. echo "Nama : $nama";
  6. ?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_ENCAPSED_AND_WHITESPACE in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error2.2.php on line 3
Penyebab error pada program 2.2 di atas sudah cukup jelas, yaitu kurangnya pasangan tanda kutip tunggal ( ‘ ) pada baris ketiga. Sama seperti error pada program sebelumnya, kita juga dapat menganalisa kesalahan program dengan memperhatikan warna source code yang ditampilkan oleh editor.
  1. <?php
  2. $nim = 0411500400";
  3. $nama = 'Chotimatul Musyarofah';
  4. echo "NIM : " . $nim . "<br>";
  5. echo "Nama : $nama";
  6. ?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected '"' in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error2.3.php on line 2
Perhatikan baris kedua program 2.3 di atas. Terlihat bahwa nilai dari variabel $nim bertipe string, sehingga harus diapit dengan tanda kutip. Inisialisasi variabel $nim tidak diawali dengan tanda kutip ganda ( “ ) sehingga menyebabkan error program.

3. Kurang Operator Penggabungan String

Seperti kita ketahui bahwa suatu string dapat digabungkan dengan variabel atau string lainnya menggunakan operator penggabungan titik ( . ). Error akan ditampilkan jika pada penggabungan string yang tidak menggunakan operator tersebut. Berikut ini contoh program PHP yang error dalam hal penggabungan string.
  1. <?php
  2. $nim = "0411500400";
  3. $nama = 'Chotimatul Musyarofah';
  4. echo "NIM : " $nim . "<br>";
  5. echo "Nama : $nama";
  6. ?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_VARIABLE, expecting ',' or ';' in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error3.1.php on line 4
Perhatikan baris keempat program 3.1 di atas. Antara string “NIM : “ dan variabel $nim seharusnya terdapat operator penggabungan titik ( . ), seperti pada penggabungan $nim dan string “<br>”. Selain dengan menggunakan operator penggabungan, string dan variabel juga dapat digabungkan dengan memasukkan nama variabel ke dalam string yang diapit dengan kutip ganda, seperti pada contoh baris ke-5 program 3.1 di atas.

4. Kurang atau Kelebihan Kurung Kurawal

Pada bahasa pemrograman PHP, kurung kurawal, baik { maupun }, digunakan untuk mengelompokkan suatu blok perintah tertentu, seperti pada struktur kondisi IF-ELSE, perulangan WHILE, pendefinisian fungsi, dan sebagainya. Penanganan error program yang berkaitan dengan kelengkapan kurung kurawal terkadang sedikit sulit dilakukan, terutama jika program sudah cukup kompleks dan gaya penulisan program (coding style) tidak baik dan teratur. Kerapihan dalam penulisan program sangat berguna bagi programmer dalam mengelola program di kemudian hari, maupun dalam melakukan penelusuran kesalahan (error).
Gaya penulisan program atau coding style memang setiap programmer memang berbeda, namun demikian biasakanlah untuk mengikuti coding style yang baik. Di antara coding style yang baik adalah konsistensi dalam penulisan nama variabel, fungsi dan class, penggunaan indentasi (indenting) untuk blok dengan level yang berbeda, penambahan keterangan atau komentar program dan sebagainya. Kita dapat mengikuti salah satu coding standard yang sudah ada dan banyak digunakan oleh programmer di seluruh dunia, seperti Zend Framework Coding Standard dan PEAR Coding Standard.
Beberapa contoh program berikut ini akan mempermudah pemahaman kita dalam menangani kesalahan program terkait kurung kurawal.
  1. <?php
  2. $day = date ("D");
  3. switch ($day) {
  4. case 'Sun' : $hari = "Minggu"; break;
  5. case 'Mon' : $hari = "Senin"; break;
  6. case 'Tue' : $hari = "Selasa"; break;
  7. case 'Wed' : $hari = "Rabu"; break;
  8. case 'Thu' : $hari = "Kamis"; break;
  9. case 'Fri' : $hari = "Jum'at"; break;
  10. case 'Sat' : $hari = "Sabtu"; break;
  11. default : $hari = "Kiamat";
  12.  
  13. echo "Hari ini hari <b>$hari</b>";
  14. ?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected $end in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error4.1.php on line 15
Saat kita menemukan pesan kesalahan seperti di atas, terkadang kita bingung sendiri karena kesalahan justru menunjuk pada baris yang tidak ada perintah apapun yaitu baris ke-15. Error tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa penyebab error adalah kurangnya kurung kurawal penutup. Yang harus dilakukan adalah dengan memeriksa setiap blok dalam program dan pastikan bahwa setiap kurawal buka { memiliki pasangan }. Disinilah kerapihan penulisan program akan sangat membantu penelusuran. Pada contoh program 4.1 di atas letak kesalahannya ada di baris ke-12 dimana kurawal buka pada blok SWITCH-CASE belum memiliki pasangan (belum ditutup).
  1. <?php
  2. function cetak_ganjil ($awal, $akhir) {
  3. for ($i=$awal; $i<$akhir; $i++) {
  4. if ($i%2 == 1) {
  5. echo "$i ";
  6. }
  7. }
  8. }
  9. }
  10. //pemanggilan fungsi
  11. $a = 10;
  12. $b = 50;
  13. echo "<b>Bilangan ganjil dari $a sampai $b : </b><br>";
  14. cetak_ganjil($a, $b);
  15. ?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected '}' in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error4.2.php on line 9
Berbeda dengan contoh program 4.1, pada contoh program 4.2 justru kelebihan kurung kurawal penutup sehingga ditampilkan error program seperti di atas. Pada pesan kesalahan ditunjukkan bahwa error berada pada baris ke-9, namun sebenarnya kelebihan kurawal berada di baris ke-8. Hapus kurawal } pada baris ke-8. Sekali lagi disini gaya penulisan program yang baik akan sangat membantu proses identifikasi kesalahan. Jika salah dalam menghapus kurung kurawal seringkali akan menimbulkan error yang lain, sehingga diperlukan ketelitian dan pengalaman dalam menangani error serupa.

5. Kesalahan Nama Variabel

Variabel merupakan tempat penyimpanan suatu nilai dalam program. Variabel terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu variabel bawaan (built-in) dari PHP dan variabel yang didefinisikan oleh programmer. Untuk jenis yang kedua, kita dapat mendefinisikan variabel sesuai kebutuhan, namun penamaannya harus mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan PHP. Beberapa aturan dasar antara lain harus diawali dengan tanda $ dan diikuti dengan huruf atau garis bawah ( _ ), tidak boleh diawali dengan angka, tidak boleh mengandung karakter khusus seperti spasi, tanda ‘$’ dan tanda ‘+’, dan seterusnya. Kesalahan dalam penamaan variabel dapat menyebabkan error program.
Berikut ini contoh error program yang disebabkan karena kesalahan penamaan variabel.
  1. <?php
  2. $nim = "0411500400";
  3. $nama = 'Chotimatul Musyarofah';
  4. $umur = 23;
  5. $3nilai = 82.25;
  6. $status = TRUE;
  7. echo "NIM : " . $nim . "<br>";
  8. echo "Nama : $nama<br>";
  9. print "Umur : " . $umur; print "<br>";
  10. printf ("Nilai : %.3f<br>", $nilai);
  11.  
  12. if ($status)
  13. echo "Status : Aktif";
  14. else
  15. echo "Status : Tidak Aktif";
  16. ?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_LNUMBER, expecting T_VARIABLE or '$' in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error5.1.php on line 5
Pada baris ke-5 program 5.1 di atas terdapat pendefinisian variabel $3nilai. Nama variabel tersebut tidak diijinkan karena setelah tanda $ terdapat karakter angka. Seharusnya setelah tanda $ diikuti oleh huruf atau karakter garis-bawah ( _ ). Untuk memperbaiki program di atas, tentu dengan mengganti nama variabel sesuai dengan ketentuan penamaan variabel yang benar.

6. Variabel Belum Didefinisikan

Dalam hal penanganan variabel, PHP memang memiliki keleluasaan seperti variabel tidak perlu dideklarasikan. Kita dapat langsung mendefinisikan isi dari variabel tanpa perlu dipusingkan dengan deklarasi atau tipe data dari variabel. Tipe data akan ditentukan oleh PHP berdasarkan isi dari variabelnya. Namun demikian, kita tetap perlu memahami bahwa pada suatu kondisi, penggunaan variabel yang belum terdefinisikan sebelumnya dapat menyebabkan munculnya error program. Sebagai contoh dalam program 6.1 berikut ini.
  1. <?php
  2. for($i=1; $i<=10; $i++) {
  3. $total = $total + $i;
  4. }
  5. echo $total;
  6. ?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:
Notice: Undefined variable: total in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error6.1.php on line 3
Maksud dari program 6.1 di atas adalah ingin menghitung dan menampilkan total dari 10 bilangan bulat yang dimulai dari 1. Dengan demikian terdapat variabel $total yang akan diisikan hasil penjumlahan untuk setiap bilangan dari 1 hingga 10. Perhatikan baris ke-3 program dimana terdapat perintah $total = $total + $i;. Pesan kesalahan muncul karena pada saat perulangan baru dimulai ($i = 1) nilai awal dari $total yang ditambahkan dengan nilai $i belum terbentuk atau belum ada. Untuk mengatasi error tersebut, kita perlu mendefinisikan nilai awal dari $total sebelum perulangan untuk menghitung total. Karena $total pasti akan bernilai bilangan bulat, maka kita dapat memberi nilai awal $total dengan 0, sehingga perintah yang perlu ditambahkan adalah $total = 0.

7. Mengakses Index Array yang Tidak Ada

Seperti halnya variabel, dalam hal penanganan array, PHP juga tidak memerlukan pendeklarasian awal maupun penentuan jumlah elemen dari array. Akan tetapi, pengaksesan elemen array yang tidak ada atau belum terbentuk akan menyebabkan error seperti pada contoh program 7.1 berikut ini.
  1. <?php
  2. $arrBuah = array ("Mangga", "Apel", "Pisang", "Jeruk");
  3. echo $arrBuah[0]; //Mangga
  4. echo $arrBuah[4]; //Jeruk
  5. ?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:
Notice: Undefined offset: 4 in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error7.1.php on line 4
Pada program 7.1 diatas terdapat sebuah variabel array dengan nama $arrBuah yang didefinisikan berisi 4 elemen. Index dari elemen array secara default diawali dengan 0, sehingga elemen array tersebut dapat diakses dengan index 0, 1, 2 dan 3. Pesan kesalahan terjadi karena pada baris ke-4, program mengakses elemen dengan index 4, dimana index array tersebut tidak ada atau belum terbentuk. Jika ingin mengakses elemen terakhir dari $arrBuah tersebut, maka seharusnya menggunakan index 3.

8. Pembagian dengan Nol

Perhitungan matematika di dalam program seringkali diperlukan, misalnya dalam kaitannya dengan perhitungan gaji, perhitungan total pemesanan barang, dan sebagainya. Terkait dengan perhitungan matematis tersebut, kita perlu jeli dalam penerapannya, terutama jika berkaitan dengan pembagian. Dalam matematika, pembagian dengan bilangan 0 akan menghasilkan nilai yang tidak terdefinisi. Dalam program, pembagian dengan bilangan 0 akan menyebabkan adanya error “Division by zero”. Berikut ini contoh sederhananya:
  1. <?php
  2. $a = 10;
  3. $b = 0;
  4.  
  5. echo $a / $b;
  6. ?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:
Warning: Division by zero in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error8.1.php on line 5
Perhatikan program 8.1 di atas. Nilai variabel $a adalah 10, $b adalah 0. Pada baris ke-5 terdapat perintah untuk menampilkan hasil pembagian $a / $b, yang berarti 10 / 0. Tentu hal tersebut akan menyebabkan error seperti terlihat pada contoh di atas.

9. Memanggil Fungsi yang Belum Terdefinisi

Setiap fungsi, baik fungsi built-in maupun fungsi buatan, yang dipanggil dalam program PHP, harus sudah didefinisikan terlebih dahulu. Fungsi built-in sudah didefinisikan oleh PHP sehingga tidak perlu didefinisikan lagi, contohnya fungsi strlen(), addslashes(), explode(), date() dan sebagainya. Sementara itu, fungsi buatan harus didefinisikan sendiri oleh programmer dan letak pendefinisian fungsi dapat diakses oleh bagian program yang memanggilnya. Pemanggilan fungsi yang belum terdefinisi atau kesalahan penulisan nama fungsi saat pemanggilan sering terjadi sehingga menyebabkan pesan kesalahan.
Pada contoh program berikut ini terdapat kesalahan penulisan fungsi addslashes() sehingga menyebabkan error “Call to undefined function”.
  1. <?php
  2. $str = "Is your name O'Reilly ?";
  3. $str2 = addlashes ($str);
  4. $str3 = stripslashes ($str2);
  5. echo "<b>String asli</b> : $str";
  6. echo "<br><b>addslashes()</b> : $str2";
  7. echo "<br><b>stripslashes()</b> : $str3";
  8. ?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:
Fatal error: Call to undefined function addlashes() in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error9.1.php on line 3

10. Menyertakan File (Include) yang Tidak Ada

Pada aplikasi berbasis PHP, menyertakan (include) file sudah biasa dilakukan. Misalnya pada saat program harus menyertakan library seperti Smarty, FPDF, JPGraph dan sebagainya. Untuk menyertakan file lain dalam PHP dapat menggunakan fungsi include(), include_once(), require() atau require_once(). Masing-masing memiliki perbedaan penggunaannya. Penyertaan file yang tidak benar, baik karena filenya tidak ada, path atau lokasi file yang salah maupun akses terhadap file tidak diijinkan, dapat menyebabkan error program. Contohnya pada program 10.1 berikut ini.
  1. <?php
  2. include "koneksi.php";
  3. echo "testing";
  4. ?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:
Warning: include(koneksi.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error10.1.php on line 2 Warning: include(): Failed opening 'koneksi.php' for inclusion (include_path='.:/usr/share/php:/usr/share/pear') in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error10.1.php on line 2
File koneksi.php yang disertakan dalam program 10.1 di atas tidak ada sehingga pesan kesalahan “failed to open stream” muncul. Dengan demikian, kita harus pastikan bahwa file yang kita include-kan benar-benar ada dan diakses dengan benar.
Demikianlah 10 Penyebab Error Program dalam PHP beserta 19 contoh programnya. Semoga dengan artikel ini, kita semua dapat lebih memahami bagaimana menangani pesan kesalahan atau error program yang terjadi dalam proses pembelajaran kita. Dan yang terpenting dalam proses pembelajaran PHP adalah konsistensi serta kesungguhan kita dalam mencoba sebanyak-banyaknya contoh program sehingga kemampuan PHP akan semakin meningkat.
Semoga tutorial ini bermanfaat untuk kita semua. Selamat hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2012. Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Karya untuk Indonesia!